Selasa, 23 Oktober 2018

Dear calon imam ... (2)


Saat ini aku teringat lagi hari itu
Aku anggap itu adalah suatu anugerah Tuhan yang tak terduga
Seperti biasa aku hampir terlambat
Tapi hari itu Allah begitu luar biasa menuliskan takdirku
Aku melihat kakak itu sama terburu-burunya denganku
Awalnya aku tidak menyadarinya dan aku hamper saja berjalan mendahuluinya
Tapi, seketika aku tersadar
Dan, aku segera menurunkan kecepatan jalanku dan mengambil langkah di belakang kakak ini
Aku mungkin berjarak satu meter saja di belakangnya
Saat itu, dalam hatiku aku hanya teringat pada satu kaidah
Arrijaalu qawwamuna ‘alannisa
Aku masih malu mengakui ini di hadapan Allah
Tapi ada satu bagian dari hatiku yang menganggap
Aku sedang berjalan di belakang imamku

Dan mungkin kakak ini merasa aneh dengan kehadiranku,
Dia mempercepat langkahnya
Dan saat melihat lift yang penuh dengan orang yang menunggu
Dia memilih naik tangga
Heyyy … aku tidak berniat mengikutinya
Aku memang biasa naik tangga kan?
Dan aku juga tidak mempercepat langkahku untuk mengimbangi langkahnya
Kau tahu betapa cepatnya langkahku
Tepatnya betapa cepatnya aku saat terlambat
Sebenarnya rasanya biasa saja
Kupikir-pikir tak ada yang special kecuali saat aku menemukannya di parkiran
Dan saat aku tidak memilih berlari tapi melangkah di belakangnya

Mungkin saat ini aku mulai belajar malu
Bukankah adil, bila laki-laki diperintahkan untuk menundukkan pandangan mereka,
Maka aku sebagai perempuan berusaha agar tidak dipandang oleh mereka
Iya, itu memang adil

Dan bicara tentang malu,
Rasa itu sudah ada sejak pertama aku tidak sengaja bertemu dengan mata kakak ini
Berbeda dengan orang-orang lainnya
Saat bertemu kakak ini entahlah
Reflex saja, aku pasti menundukkan pandanganku atau mengalihkannya
Astagfirullahaladzim …
Semoga Allah mengampuniku karena telah memikirkannya
Tapi aku ingin kalian tidak melewatkan proses hijrahku
Karena itulah aku tetap menceritakannya

Sebenarnya aku tidak menyamakan pandanganku terhadap laki-laki
Laki-laki yang biasa aku andalkan hanya ada 3 orang di dunia ini
Abah, Halim, dan Syaifa
Selain itu …
Mereka adalah teman,
Saat aku menganggap mereka teman,
Aku tidak akan sungkan untuk menyapa, mengobrol, dan bergurau dengan mereka
Termasuk di dalamnya laki-laki aneh yang belum dewasa
Dan aku terpaksa berdamai dengan orang-orang semacam ini
Termasuk juga didalamnya kakak sepupu laki-lakiku
Dan … kadang juga ada saat dimana aku memandangnya sebagai orang asing
Mereka orang yang kehadirannya kusadari namun tak memberiku pengaruh apapun
Berlalu begitu saja, layaknya biasanya orang asing
Dan terakhir, ada beberapa orang special yang kehadirannya memuatku waspada
Orang-orang ini menciptakan respon beragam dalam diriku
Yang kebanyakan membuatku merasa malu

Ibu (yang Kupanggil Mama)


Kau tahu, seorang ibu akan selalu khawatir
Semakin besar cintanya, semakin besar rasa tanggung jawabnya
Dia akan selalu khawatir
Aku tahu bagaimana rasanya
Saat itu semua tanggung jawab atas keamanan adik-adikku ada padaku
Kau tahu? Mereka bahkan hanya keluar beberapa jam
Tapi aku sudah hamper menangis karena mereka tidak pulang selama waktu yang aku perkirakan
Ada rasa cemas, takut, dan menyesal karena membiarkan mereka jauh dari pandanganku

Dan aku, aku satu-satunya princess di keluargaku
Tentu aku tahu kasih sayangnya tak terbatas padaku
Aku ingat pertama kalinya aku pulang sekolah dengan menangis,
Saat itu, ibu ku langsung menelpon temanku
Itu reaksi yang bila ku pandang hari ini itu terlalu berlebihan
Yaa semacam terlalu protektif
Tapi setidaknya aku tahu bahwa tangisanku mempengaruhi hidup mereka

Dan saat ini saat aku jauh dari mereka
Sendirian
Di tanah orang, aku tahu betapa khawatirnya mereka
Dan betapa tersiksanya mereka saat mereka tak berdaya
Tak tahu kabar putrinya
Tak tahu apakah ia makan dengan baik atau tidak
Aku tahu, ia pasti khawatir
Dan kadang itu juga membuatku khawatir
Masalahnya adalah karena mereka terlalu mencintaiku
Tapi, beruntungnya aku
Mereka bijaksana, mereka tidak membiarkan cinta mereka mengikatku di kaki mereka
Sehingga aku tetap bisa pergi menuntut ilmu
Melihat tentang hidup, melihat dunia, dan mempelajarinya

Lalu bagaimana dengan kekhawatiran mereka??
Mereka menahannya, dan mereka memberiku perlindungan yang paling romantis
Perlindungan yang paling kokoh
Perlindungan yang 100% tidak diragukan lagi
Mereka menitipkan aku pada Allah
Dan karena itu …
Aku tahu hidupku baik-baik saja
Luar biasa baik

Bu, kau tak perlu khawatir,
Allah tidak pernah melanggar kesepakatan yang kau buat dengan-Nya di setiap doa-doamu
Allah tidak pernah membiarkan aku kelaparan
Ia selalu memberiku makan bahkan dengan cara yang tidak pernah aku sangka
Ia melindungiku dengan sangat baik
Allah menjagaku dengan sangat baik
Mempertemukan aku dengan hal-hal yang unik, juga orang-orang yang berbeda
Mempelajari karakter mereka, dan mencari nilai-nilai kebaikannya
Ia juga mengajariku dengan sangat baik
Doamu melindungiku bu.

Pangeranku itu benar-benar ada
Seseorang yang hijrahnya jauh di depanku
Seseorang yang punya misi dan visi untuk agama ini
Seseorang yang cintanya kepada Allah melebihi dari cintanya pada apapun
Seseorang yang hanya akan membenci dan mencintai karena Allah
Seseorang yang hidupnya hanya tertuju pada ridha Allah saja
Aku ingin bertemu orang seperti itu
Aku harus bertemu orang seperti itu
Aku tak perlu dicintai dengan seluruh hati itu
Tidak, aku tidak perlu
Hatiku tidak mengnginkan itu
Aku hanya perlu seseorang yang bisa mencintai dengan benar
Yang akan menggenggam tanganku karena Allah juga mencintaiku karena-NYa
Adakah cinta yang lebih baik dari itu?
Cukup cinta yang seperti itu
Yang seperti itu saja
Karena aku percaya keajaiban dan keindahan Allah itu begitu luasnya
Tak akan cukup bila hanya ku pandangi dengan mataku sendiri
Jadi, aku perlu mata lain yang bisa melihat tingkat keindahan yang lebih tinggi
Aku harus menemukan seseorang dengan mata seperti itu

Agar Hatiku Sampai Pada-Mu


Ini satu episode dari doaku yang lain
Dulu aku pernah meminta pada Allah
Aku meminta agar Dia memberiku cukup agar aku tak perlu meminta pada orang lain
Agar hatiku tak perlu iri
Agar ia tak perlu membenci nikmat milik orang lain
Agar ia tak perlu membenci ataupun bersedih dengan rezeki milik orang lain
Kali ini aku ingin meminta lagi
Kali ini aku ingin Allah memberiku anugerah lain
Anugerah untuk menghilang dan kabur dari dunia ini
Aku ingin Allah memberiku kemampuan itu
Bila ia memberiku kesempatan untuk maju
Aku harap itu adalah ide tentang menghindari dunia ini
Ide untuk menghilang dari dunia ini
Dan ide ini lah yang mendasari ide super koasku
Agar aku tidak perlu sibuk dengan dunia
Bila iblis itu selalu mencari cara untuk menjerumuskan aku pada dunia
Ini saatnya, aku mencari celah untuk menghindari dunia ini
Dan siapa tahu, diluar sana ada banyak orang yang hatinya berpikir sepertiku
Mencari cara untuk terbebas dari belenggu ini

Ya Allah
Aku masih belajar,
Maaf bila aku masih banyak cacatnya
Aku minta maaf Ya Allah …
Aku tidak tahu seberapa jauh lagi jarakku kepada-Mu
Engkau dekat denganku, namun hatiku lah yang jauh
Tapi Ya Allah … Meski jalanku jauh, aku tidak akan berhenti berharap
Karena aku tahu Rahmat-Mu Maha Luas
Dan aku tahu, pintu-Mu tidak pernah tertutup sekejappun
Aku ingin berjalan di jalan-Mu
Agar hatiku bisa sampai pada-Mu

Lelah

Apakah mereka bisa mengerti?
Tidak, tidak mungkin
Mereka bahkan tidak tahu
Entahlah tapi, kau tahu bagaimana aku
Aku orang dengan mood dasar yang selalu jelek
Dan yaaa saat ini aku ada di titik-titik lelah
Mengejar bayangan kosong
Mimpi-mimpi kosong yang tidak tahu kapan beakhirnya
Rindu yang tidak tersampaikan
Dan ... cinta yang tidak terpenuhi
Entahlah
Cinta macam apa tapi seperti sebuah harapan yang tiba-tiba mati dan kehilangan arahnya

Saat ini, aku begitu ingin pulang
Sangat ingn pulang
Aku tidak suka berpura-pura
Bagaimana aku membiasakan hatiku untuk selalu tersenyum
Tersenyum,
Kau tahu?
Aku mulai lelah, sangat lelah
Tapi ikhlassku ini masih harus terus di asah
Ya  Allah, aku mulai lelah
Berikan aku kekuatan dan kesabaran

Bismillah
Izinkan aku mulai semua ini karenaMu
Aku tidak punya hal lainnnya
Tapi semoga ini akan cukup

Selasa, 16 Oktober 2018

Cinta

Pernahkah kau membayangkan cerita cinta yang berusia berabad-abad
Pernahkah kau terpikir tentang cinta yang tak terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu
Pernahkah kau menyangka bahwa cinta seperti itu benar-benar ada?

Ada,
Iya, ada
Cerita tentang Muhammad
Cerita tentang kekasih yang bahkan tak pernah bertemu
Sebuah cinta tanpa syarat
Tanpa keakuan
Tanpa keegoisan
Cinta

Senin, 15 Oktober 2018

Two Part

Ku bagi hariku menjadi dua
Dengan batas yang mengikuti fenomena cakrawala
Suatu perubahan fase yang bermula dari Fajar dan Senja
Ku biarkan siang hariku menjelma untuk dunia
Menjadi singa di hutan rimba
Namun saat malam tiba
Kubiarkan ia mengubahku menjadi seorang hamba yang papa

Minggu, 14 Oktober 2018

Kekasih

Bismillah
Sekarang aku ingin menjadi kekasih
Hati ini sebenarnya meragu
Pertemuan-pertemuan dan waktu-waktu baik  yang aku lewatkan
Yang raga ini masih sulit beranjak dari damainya tidur
Semoga Ia mau menunggu

Dan sesungguhnya Ia pun telah menjadi saksi
Bagaimana hatiku yang cacat ini merintih untuk kembali
Bahkan dengan merangkak
Dia mulai merasakan getaran rindu itu
Dan Engkaupun lebih tahu
Bagaimana aku berusaha melawan satu dorongan dari hatiku
Aku bisa menunggu
Aku bisa berlari
Namun nyatanya ... Cinta ini membuatku malu
Malu untuk memandang pada makhluk yang Dia ciptakan
Malu untuk memikirkan perkara makhluk-Nya
Malu untuk mengakui cinta pada makhluk-Nya

Mendadak hatiku belajar malu
Dan seketika, aku berhenti berlari
Lalu meminta untuk tidak perlu bertemu
Lalu meminta untuk tidak jatuh cinta

Kenapa?
Karena hati seperti itu
Ia tidak pernah berpihak pada dua sisi yang berseberangan
Ia benar-benar tidak bisa netral
Ia akan selalu condong pada satu sisi

Dan pabila aku tahu bahwa hatiku begitu
Bagaimana ku izinkan ia jatuh cinta?
Tidak akan ...
Bila perkara ku dengan Allah bahkan belum selesai
Bila hatiku dengan Allah juga belum tertata
Bagaimana aku bisa yakin cintaku ini tidak akan tenggelam bersamanya
Bagaimana aku bisa menjamin bahwa hatiku tidak akan meninggalkan-Nya
Bagaimana aku yakin hati ini mampu menjaga batasannya?
Bagaimana aku bisa yakin bahwa cinta ini benar maqamnya?
Yang timbul demi-Nya, untuk-Nya, dan karena-Nya?

Maaf, tapi aku tidak akan jatuh cinta
Bahkan bila itu terjadi
Aku tidak akan pernah berhenti untuk menyangkalnya

Maaf,
Tapi ... karena itulah
Kau pun juga tak mungkin mencintaiku
Aku tidak bisa dicintai, tidak.

Membaik


Bismillah
Dan benar, Allah Maha Tahu
Dia mendengar semua keinginan-keinginan kecil yang tersirat di hatiku

Percayalah …
Semua hal mulai membaik
Percayalah … sungguh …
Bismillah … Semua berjalan dengan izin-Nya
Percayalah … Perasaan yang kunamai cinta itu mulai bisa ku kendalikan

Tak apa, cinta ini mungkin masih membuatku sesak
Tapi, ini mulai membaik, seiring membaiknya semua hal
Kau tahu, menahan rindu membuatku lebih dewasa

Tak apa, semacam sihir yang mulai bekerja
Iya, semacam itu
Karena keajaiban itu terlalu sempit untuk hanya dilihat lewat kekaguman pada seorang pemuda
Itulah yang aku pelajari belakangan ini

Hujan


Jadi … bagaimana aku bisa berhenti tersenyum ?
Karena setiap tetes dari hujan ini membuatku merona
Selalu merona

Entahlah, kau tahu, aku dan hujan
Kami punya hubungan yang unik
Begitu unik sampai entah mengapa, aku tak pernah terganggu olehnya
Setiap duka, rindu, dan perasaan-perasaan yang tidak tersampaikan itu seakan meluap
Meluap bersama aroma aspal yang menguapkan hawa panasnya

Kau tahu, yang terjadi selanjutnya adalah mereka mereda
Seperti tak ada dendam
Itulah yang selalu ku katakana, itu lah yang selalu terngiang
Menggaung bersama hujan

Terbawa angin yang dinamis
Mengalir, dalam satu siklus, lalu kembali sebagai pengingat
Aku rindu, sungguh, sangat rindu
Pada apa? Entahlah

Bohong

Karena itu semua bohong Pada akhirnya orang-orang seperti itu tidak bisa diharapkan Untuk sesaat ku pikir aku dicintai Tapi kemudian, sepert...