Jadi … bagaimana aku bisa berhenti tersenyum ?
Karena setiap tetes dari hujan ini membuatku merona
Selalu merona
Entahlah, kau tahu, aku dan hujan
Kami punya hubungan yang unik
Begitu unik sampai entah mengapa, aku tak pernah terganggu
olehnya
Setiap duka, rindu, dan perasaan-perasaan yang tidak
tersampaikan itu seakan meluap
Meluap bersama aroma aspal yang menguapkan hawa panasnya
Kau tahu, yang terjadi selanjutnya adalah mereka mereda
Seperti tak ada dendam
Itulah yang selalu ku katakana, itu lah yang selalu
terngiang
Menggaung bersama hujan
Terbawa angin yang dinamis
Mengalir, dalam satu siklus, lalu kembali sebagai pengingat
Aku rindu, sungguh, sangat rindu
Pada apa? Entahlah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar