Aku tidak pernah berniat berkonfrontasi dengan siapapun
Kau tahu?
Bahkan bila kamu adalah musuhku
Aku tetap tak ingin menjadi duri ataupun racun dalam hidupmu
Tidak, itu bukan aku
Misiku terlahir ke dunia ini adalah sebagai rahmat, itulah
namaku
Racun itu tidak boleh berasal dariku
Tidak boleh, meskipun jauh, aku sudah pernah bilang bukan?
Aku ingin mengikuti gelas-gelas kaca itu
Sekelas dengan muslimah sholehah yang hebat itu
Kalaupun ada yang menjadi racun dari dirimu
Itu adalah kebencianmu sendiri
Irimu, dengkimu, ketidak sukaanmu padaku, itulah racunnya
Karena aku tahu …
Dan aku pun sudah menjalani proses itu
Ada saat dimana aku iri, dengki, benci terhadap seseorang
Tapi Allah begitu bermurah hati dan menunjukkan jalan itu
padaku
Sehingga meskipun aku tidak bisa lepas sepenuhnya,
Setidaknya … jalan itu terlihat berbeda, dan aku tahu bahwa
itu bukan sesuatu yang baik untukku
Benar, iri itu racun, begitu pula dengan dengki dan benci
Kau tahu, saat bisa melepaskan perasaan itu dari hatimu
Kau akan mudah berdamai
Karena hijab itu tersingkap dan kamu akhirnya bisa melihat
Itu hanyalah sosok lain dari kesempurnaan Tuhan atas
makhluk-Nya
Lalu … Kamu akan iri dengan siapa
Bila hakikatnya semua itu bukan milik mereka
Tapi satu bagian dari Tuhan yang menjelma
Yang datang padamu sebagai ujian atau cobaan, sebagai nikmat
ataupun azab,
Sebagai suka atau duka, kesedihan atau kebahagiaan
Heyyy … Bila itu semua dari Tuhan-Mu …
Bagaimana kau bisa berkonfrontasi dengan-Nya??
Dengan Dia yang Maha Cinta
Dengan Dia yang kasih-Nya yang mengalir dalam setiap helaan
nafas dan denyut nadimu
Bagaimana kamu bisa membenci, bila semua itu adalah yang
terbaik bagimu yang datang dari-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar