Mereka bicara tentang perjalanan karier
Aku sedikit tertegun meratap
Bertanya sampai ke titik manakah diriku
Apakah aku sudah sesukses itu?
Tidak juga, belum, tidak ada
Yaaa ... aku sedikit penakut
Dan kali ini yang aku takutkan adalah perkara Tuhanku
Bukan perjalanan karier yang sedang ku orientasikan
Tapi sebuah perjalanan spiritual yang akupun bahkan tidak
tahu di titik manakah aku berpijak
Yang tolak ukurnya sulit terdefinisikan
Aku tak tahu, sungguh
Apakah ada progress dalam perjalananku ini??
Bila kamu bertanya kenapa tak kulanjutkan perjalanan
karierku
Maka akan ku jawab
Saat ini … alasannya adalah …
Karena dunia tidak sesederhana yang kita kira
Kau tahu? Ia seperti candu
Seperti obat yang dosisnya selalu meningkat
Dan itulah yang aku takutkan
Sebenarnya saat ada event lomba
Bukan kekalahan yang aku takutkan,
tentu saja aku tidak
sepengecut itu
Aku lebih takut bila aku menang
Kau tahu betapa aku tidak ingin menanggung beban itu,
sekali lagi bukan karena aku pengecut,
tidak ingin aku bersusah payah hanya untuk perkara dunia
Tidak ingin aku banting tulang hanya sekedar untuk memuaskan dunia
Tidak
Tidak akan
Tidak mau
Itu artinya sama saja aku mengikat diriku
Itu hanya satu ikatan, namun ikatan itu tidak berhenti
sampai disitu
Akan ada ikatan lain, selalu muncul ikatan yang baru
Kau tahu? Karena dunia seperti itu
seperti batang pohon yang tumbuh lalu berkembang menjadi
ranting-ranting
Dan aku …
bukan ingin menambah ranting itu
Tapi memperkuat akarnya yang tertanam di tanah
Karena fondasi inilah yang akan membuat pohon ini tetap
hidup
Karena akar ini lah yang bisa berkelana mencapai air
penghidupan
Saat ranting berhenti tumbuh, sebuah pohon tidak lantas mati
Tapi saat akarnya membusuk, ia akan tumbang dengan
sendirinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar