Bagiku dia seolah cinta pertama
Seperti bait puisi ‘aku ingin’
Aku mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan oleh kayu pada api
yang menjadikannya abu
Dengan isyarat yang tak sepat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada
Kalau bukan karena Tuhanku, maka aku akan terus mencintaimu
dengan cara seperti ini
Kalau bukan karena Tuhanku, maka aku tak akan merelakanmu
Aku mencintaimu
Dan kali ini dengan penuh pertimbangan, aku merelakanmu
Pada akhirnya aku terima ...
Bahwa pertemuan ini adalah takdir,
Semua sudah dituliskan jauh sebelum atom kita tercipta
Bukan karena aku pandai menyelaraskan garis-garis waktu kita
Bukan karena hari itu aku berlari ataupun menunggumu
Semua sudah dituliskan
Lalu bukannya itu berarti bahwa ...
bila memang sudah dituliskan, maka aku tak perlu memohon untuk bertemu kamu
Saat kita bertatapan saat kamu melintas di lorong itu dan aku ada di lantai bawah
Saat aku di depan mading dan membelakangimu, saat itu aku menatapmu dari kaca
Saat kita berjalan bersisian waktu aku pengen sholat zuhur berjamaah
Saat aku selesai sholat zuhur dan buru-buru ingin ke ruang tutor
Aku menoleh karena temanku ada di belakang dan aku juga ingin melihatmu
Saat kita bertemu setelah kamu selesai praktikum
Saat kamu duduk di motormu dan aku lewat, aku bertaruh kamu melihatku
Saat kita berjalan di lorong yan berlawanan tapi sama-sama pengen sholat zuhur
Kamu duduk di anak tangga itu dan saat itu aku melankah tepat ke arahmu
Saat aku keluar kamu duduk di tempat yang sama, lalu aku berlalu
Saat aku menunggumu dari lorong tutor untuk melihatmu melintas
Kamu melihat ke arah ku juga
Saat pulang tutor aku menunggu temanku dan dari sana aku melihatmu di lantai 3 bersama pacarmu
Saat aku pulang dan berpamitan pada temanku aku bersisian denganmu
Hari ini aku melihatmu turun dari tangga itu
Ahh ya, dan hari dimana kamu ke kopma bersama teman-temanmu dan aku mencuri pandang menatapmu
dan ah satu lagi, saat aku mau tutor, aku memandangimu yang sedang mengobrol dengan teman-temanmu di lobi luar dari lantai 2
Ku kira aku mencintaimu
Tapi tidak akan kunyatakan
Karena cintaku begitu sederhana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar