Bahwa hati orang itu bukan wilayah kita
Tapi tetap saja rasanya, masih susah untuk merelakan begitu saja
Langkah ini tetap melambat untuk menunggu
Inin kurelakan tapi takut tidak bertemu lagi
Ingin berjalan apa adanya tapi aku takut menghilang dari kepalamu
Karena itulah mataku terus mencari, langkahku menunggu, hatiku menanti
Aku tidak tahu apakah ini benar-benar cinta
Tak pantas kusebut cinta sepertinya
Bila urusanku dengan sang pencipta bahkan tak kunjung selesai
Hari itu, kurelakan kau
Malu ku meninggalkan majelis hanya demi menunggumu
Tapi hari itulah, kita berjalan beriringan, berhenti di tempat yang sama
dan sepertinya aku sudah tahu tempat kost mu
Hari berikutnya di hari jumat itu, aku sengaja mengejarmu
Tapi di hari senin, dhuha ...
Kita bertemu karena dhuha
Aku memandangi motormu, dan helm kita yang kuletakkan saling membelakangi
Kau melihatku saat kau akan pulang
Aku melihatmu mengenggam pulpenmu
Sepertinya kamu juga tidak suka memegangi gadget
Karena sebelumnya pas langkahmu ke mushola, kamu mengenggam botol minum
Seperti itulah kita bertemu
Seperti itulah bagaimana aku mulai baper
Di petang itu kita bertemu
Tunggu ...
Sepertinya aku mulai mengenalimu
Kau ingin bertemu Tuhanmu setelah hal berat terjadi kan?
Sepertinya kamu juga suka menghilang
...shal, mari bertemu lagi di masa depan,
Mari bertemu dengan takdir yang lebih baik
Dimana aku boleh memandangimu, menunggumu, menyapamu
Sebuah hubungan yang bisa bertahan lama
Menjadi teman sampai ke surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar